Bisnis Nomor Mobil di Ditlantas Polda Metro
- Isi Komentar
Dengan diberlakukannya tiga huruf di belakang nomor polisi untuk mobil di wilayah Polda Metro Jaya dan sekitarnya belum lama ini, terbuka peluang bisnis bagi kalangan terbatas pejabat di Ditlantas Polda Metro Jaya dan beberapa biro jasa besar, yang merupakan kepanjangan tangan mereka yang membutuhkan.
Sebagai karyawan biro jasa pengurusan surat-surat kendaraan bermotor di Jakarta, saya pernah diminta oleh bos saya untuk mencari nomor mobil dengan tiga huruf di belakang sehingga dapat terbaca sebuah nama. Saya sangat terkejut mengetahui bahwa nomor-nomor untuk mobil yang dapat terbaca ternyata sudah habis terjual dengan harga puluhan juta rupiah. Menurut pemilik biro jasa besar yang berkantor di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, untuk nomor polisi mobil yang terbaca—seperti B 1 RDS–oleh pejabat yang berwenang di Ditlantas dipatok harga Rp 40 juta sampai Rp 50 juta.
Untuk B 1 BLE, yang menjadi nomor primadona bagi kalangan tertentu, harga yang dipatok oleh yang berwenang bisa lebih dari Rp 50 juta. Biasanya oleh biro jasa yang tergolong besar dan sudah ada hubungan erat dengan pejabat tertentu, harga nomor mobil yang bisa terbaca dan sangat diminati oleh kalangan terbatas dapat dijual dua sampai tiga kali lipat dari harga yang dibandrol oleh pejabat di lingkungan Ditlantas.
Mohon agar Kepala Polri baru meniadakan bisnis seperti ini. Sebaiknya nomor-nomor polisi untuk kendaraan bermotor yang dianggap ”cantik” dilelang secara terbuka kepada masyarakat umum. Uang hasil lelang tertinggi masuk ke kas negara. Lelang nomor polisi untuk kendaraan bermotor tidak hanya terbatas di wilayah Polda Metro Jaya, tetapi juga di wilayah polda lainnya. Erwin Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur
[ Sumber kompas ]
