BII Lamban
- Isi Komentar
Pada 19 Mei lalu sekitar pukul 17.00, saya mengambil uang di ATM BII
Hypermall Bekasi sebesar Rp 1.500.000. Pada transaksi ini tak ada
masalah. Barulah pada penarikan kedua sebesar Rp 800.000, uang tidak
keluar meski di monitor tertulis agar saya mengambil uang.
Karena
penasaran, saya minta cetak saldo tabungan dan ternyata yang Rp 800.000
sudah terpotong. Segera setelah itu saya laporkan kejadian ini lewat
telepon ke Layanan Nasabah BII, diterima oleh Diva. Ia meminta saya
mengirimkan bukti cetak ATM lewat faksimile dan surat pernyataan atas
kejadian ini.
Bukti cetak ATM saya kirim langsung, tetapi surat
pernyataan tidak saya kirim karena saat itu saya ada di mal dan
menjelang malam. Diva menyarankan surat pernyataan dikirim keesokan
harinya, 20 Mei. Namun, 20 Mei adalah Hari Waisak dan libur nasional.
Jadi, saya mengirim surat pernyataan lewat faksimile tanggal 21 Mei.
Pendek
cerita, Diva melalui telepon mengatakan bahwa laporan saya sedang
dipelajari dan perlu delapan hari kerja. Dari hari ke hari hingga 16
Juni saya menelepon Layanan Nasabah (diterima oleh Sari, Kiki, Rio,
Yasir, dan Windi). Mereka semua menjawab surat saya sedang dipelajari
pihak BII. Mungkin seluruh jajarannya dari pusat sampai kantor cabang
pembantu yang ada di negeri ini mempelajarinya!
SANTOSO Kompleks AL Dewa Ruci, Jl Angin Sejuk V RT 11 RW11 No 39, Cilincing, Jakarta
