Bernanah di Badan akibat Polusi PRT TPL
- Isi Komentar
Membaca berita Kompas (22/9) tentang bocah-bocah di Siruar, Sumatera Utara, gatal-gatal sungguh menyayat hati. Sekitar 300 orang penduduk mengalami gatal-gatal. Pada tanggal 15 sampai 16 Agustus 2008 saya ada di lokasi kejadian dan melihat serta mendengar kesaksian para korban. Anak-anak berumur di bawah lima tahun kepala dan badannya bernanah. Anak SD dan orang-orang dewasa umumnya bernanah di badan, paha, dan kaki.
Ketika saya di lapangan, ada dialog antara rakyat Siruar dan pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang sempat memanas. Pihak TPL tidak mengakui bahwa sumber penyakit berasal dari pabrik pulp itu. Namun, di sisi lain mereka menawarkan pengobatan gratis. Lalu, jika bukan TPL yang menjadi sumber penyakit, mengapa mau mengobati secara gratis?
Anehnya ketika saya tanya Leo Hutabarat yang mewakili PT TPL, mengapa tidak mau mengakui, justru yang bersangkutan meminta untuk membuktikan secara ilmiah. Dari mana dana saya melakukan penelitian? Bukankah lebih baik PT TPL yang memiliki dana melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa pabrik pulp itu bukan sumber penyakit? Humas TPL Chairuddin Pasaribu lewat pernyataannya bahwa penyebab penyakit itu adalah karena rakyat Siruar berperilaku tidak bersih. Ini sungguh melukai hati rakyat Siruar.
Ratusan rakyat Siruar tinggal di wilayah itu tidak pernah mengalami penyakit itu sebelum kehadiran PT TPL. Pemkab Tobasa, Pemprov Sumut, dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup selama ini sudah mandul, bahkan terkesan memihak kepada perusahaan.
Gurgur Manurung Jalan Adhi Karya Pintu Air, Kedoya Selatan, Jakarta
[ Sumber kompas ]
