Batavia Lounge Teledor
- Isi Komentar
Saya berencana terbang ke Kota Kinabalu, Senin (9/6), dengan AirAsia (QZ7676) pukul 18.15. Di Kota Kinabalu saya akan menginap semalam, berlanjut ke Shenzen keesokannya dengan AirAsia (AK552) untuk berlibur di RRC.
Saya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 16.15, melewati Imigrasi sebelum pukul 17.00. Saya beristirahat di Batavia Lounge Bandara Soekarno-Hatta menggunakan kartu kredit platinum pukul 17.03. Petugas di pintu masuk mencatat nomor penerbangan dan waktu keberangkatan.
Di dalam Batavia Lounge, suara dari luar—terutama suara panggilan naik pesawat—sama sekali tak terdengar. Namun, saya tak khawatir karena yakin petugas lounge akan mengingatkan saya saat naik pesawat tiba. Pukul 17.55 saya bertanya kepada petugas lounge apakah sudah ada panggilan naik pesawat. Dia menjawab, ”Tunggu 10 menit lagi saja, Pak.” Yakin akan profesionalitasnya, saya ikuti sarannya.
Pukul 18.15 saya kembali bertanya, tetapi yang bersangkutan tidak bisa menjawab dan malah menelepon (entah siapa yang ditelepon). Saya jadi khawatir dan segera bergegas menuju pintu keberangkatan. Petugas AirAsia memberi tahu bahwa saya ketinggalan pesawat. Sebelumnya mereka sudah memanggil nama saya tiga kali. Saat itu saya lemas. Rencana perjalanan yang sudah disusun jauh hari berantakan. Karena menggunakan penerbangan tarif murah, kedua tiket yang sudah saya beli hangus sebab tidak ada pesawat lain dari Jakarta menuju Kota Kinabalu.
Fajar Rizaldin Jalan H Muhi XI Nomor 58, Kebayoran Lama, Jakarta
