Bangunan Liar di Bawah Jalur Kereta Api
- Isi Komentar
Sungguh menyedihkan bila melihat penanganan lalu lintas di DKI Jakarta, contohnya dampak dari kebakaran yang terjadi di Jalan Tol Sedyatmo, tepatnya di kawasan Jembatan Tiga, Jakarta Utara, seperti kita ketahui tahun 2007 terjadi kebakaran di permukiman ilegal yang berada di bawah jalan tol tersebut. Dan, akhirnya menjadi salah satu penyebab kacau-balaunya lalu lintas di DKI Jakarta.
Saat ini jalan tersebut hanya dibuka satu jalur dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan pribadi, sedangkan untuk kendaraan truk besar sama sekali tidak bisa melewati jalan tersebut. Dengan minimnya informasi serta solusi jalan alternatif yang disediakan, saat ini jalan di sekitar pintu keluar jalan tol Ancol sampai dengan pintu keluar jalan tol Jembatan Tiga menjadi kacau-balau/macet. Apalagi, jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama untuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Saat ini saya melihat ada bangunan-bangunan liar di bawah jalur kereta api sepanjang jalur Manggarai, Jakarta Timur; Gambir, Jakarta Pusat-Stasiun Kota, Jakarta Barat; yang saat ini sudah terbentuk restoran, bengkel, dan lain-lain. Apabila dibiarkan, hal itu bisa berdampak sama seperti yang terjadi di jalan tol Jembatan Tiga, dan bahkan akan lebih fatal karena jalur kereta tersebut merupakan satu-satunya jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Manggarai-Stasiun Kota.
Padahal, sebelumnya pada awal reformasi semuanya itu tertata rapi yang semuanya dipagar dan asri. Namun, saat ini situasi sudah berubah menjadi tempat permukiman liar. Mohon instansi terkait memerhatikan demi kenyamanan warga yang hidup, tinggal, dan bekerja di DKI Jakarta. Diharapkan predikat DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia bisa menjadi lebih baik.
Amar Ibrahim Kompleks Deplu Blok B, Pondok Aren, Tangerang
