Bagasi di Pesawat Garuda Rusak
- Isi Komentar
Tanggal 20 Oktober 2008, saya ke Jakarta dengan pesawat Garuda (GA 325) berangkat dari Bandara Juanda pukul 17.00. Demi kenyamanan dalam penerbangan, maka koper saya masukkan ke bagasi, tetapi ketika mendarat di Bandara Soekarno- Hatta sekitar pukul 18.10 setelah antre saya dapatkan koper saya dalam keadaan rusak. Kunci kode nomor koper sudah jebol bekas dicongkel dan retsleting sudah terbuka.
Juga dua buah stiker security checked yang menempel melingkar di retsleting sudah sobek semua dan kebetulan ada dua stiker yang satu dari Bandara Juanda dan satu dari Malaysia karena saya baru datang dari Malaysia. Kemudian saya periksa isinya ternyata dalam tas juga sudah morat-marit dengan bekas seperti mencari sesuatu, bahkan dus-dus suvenir pun disobek.
Spontan saya berpikir untuk melaporkan kejadian ini kepada petugas bagian kartu pengambilan bagasi di bandara. Namun, sewaktu saya membawa bagasi keluar, sudah tidak ada terlihat petugas yang mengecek pengambilan bagasi dan saya lewat begitu saja. Karena waktu itu saya letih dan emosi, maka memutuskan untuk pergi ke hotel tempat saya menginap.
Kemudian saya telepon ke layanan pelanggan Garuda (nomor telepon: (021) 5506575, tetapi dari penerima telepon disarankan ke nomor telepon lain (021 5506261) yang menangani bagasi. Kemudian saya telepon ke nomor itu sampai berkali-kali, tetapi tidak ada yang menerima. Saya telepon kembali ke (021 5506575) lengkap dengan identitas diri sebagai penelepon dan diperkuat lagi dengan identitas sebagai pemegang kartu frequent flyer (nomor 722 035 473). Namun, sampai saat ini tidak pernah ada tindak lanjut.
GABRIEL A DANURDARA Jalan Letjen Suprapto 31, Yogyakarta
[ Sumber : kompas ]
