Kamera Jaminan Fuji Film

Kompas, Produk/Jasa Isi Komentar »

Tertarik dengan pameran promosi di Atrium Senen, Jakarta, pada Juni 2007, saya membeli kamera digital M-Fix (Semo S7) seharga Rp 1,4 juta dengan jaminan resmi Fuji Film. Pada 1 Mei 2008 tiba-tiba LCD hitam dan tidak ada gambar, lalu saya bawa ke Fuji Film Matraman, Jakarta, untuk diperbaiki (nomor service: QAI 08D044). Setelah seminggu saya menelepon dan dijelaskan bahwa kamera tidak bisa diperbaiki karena tidak ada suku cadang.

Kemudian, pihak Fuji Film menawarkan untuk tukar tambah dengan kamera lain (A-1000) dengan harga diskon 30 persen. Saat itu saya mengatakan telah dibohongi dan tertipu. Akhirnya Fuji Film akan memperbaiki dan harus menunggu suku cadang sekitar tiga bulan. Setelah tiga bulan saya menghubungi Fuji Film ternyata kamera dimaksud tidak bisa diperbaiki karena kerusakan bukan hanya pada LCD tapi di bagian lain.

Akhirnya saya ditawari harga diskon 70 persen dengan membeli kamera (A-1000). Saya keberatan karena merasa tertipu. Karyawan Fuji Film (Saudari Nuri) meminta saya mengajukan penawaran. Saya mengatakan minta harga diskon 90 persen. Setelah seminggu kemudian saya telepon, dan dijelaskan kamera bisa diperbaiki karena suku cadang sudah tersedia, tetapi masih di gudang. Mohon instansi berwenang tidak membiarkan praktik yang merugikan konsumen.

SINTONG PARSAULIAN Kompleks KFT A3, Cengkareng, Jakarta

Stumble it!

Saldo di Danamon Dipotong Sepihak

Jasa Finansial, Kompas Isi Komentar »

Saya pemilik rekening Bank Danamon Indonesia di Cabang Margonda, Depok, karena gaji ditransfer lewat rekening Bank Danamon Indonesia. Pada 12 Agustus 2008 betapa kaget saya ketika akan menarik uang tunai lewat ATM Danamon. Karena saya melihat saldo sudah nol, padahal setelah membayar kewajiban-kewajiban dan uang belanja bulanan istri, saya yakin uang masih ada sekitar Rp 300.000 karena uang ini untuk biaya saya beraktivitas kerja selama satu bulan.

Kemudian, saya mengadukan hal tersebut ke layanan nasabah Bank Danamon Indonesia (ditangani Saudari I), tetapi belum tuntas saya mendapat jawaban sambungan telepon diputus. Alangkah kecewa saya dengan sikap tersebut. Sudah uang diambil diam-diam, layanan nasabah tak ramah pula. Akhirnya saya menelepon ke Bank Danamon Cabang Margonda dan betapa kaget ketika diberi tahu bahwa saldo dipotong karena pembayaran kredit tanpa agunan Bank Danamon saya sudah jatuh tempo.

Sudah dijelaskan bahwa saya tidak pernah menandatangani perjanjian untuk debet rekening dan selalu membayar cicilan KTA biasanya setiap akhir bulan atau habis gajian dan itu dilakukan lewat ATM. Saya sangat menyesalkan pihak Bank Danamon semena-mena mengambil uang nasabah tanpa ada perjanjian atau pemberitahuan, padahal uang tersebut adalah uang bensin dan makan saya di kantor. Sungguh tega, nasabah bukannya aman menabung, malah uangnya dicuri secara diam-diam.

Bobby Frisdiandy Jalan Sumatra B 58, Jatibening, Bekasi

Stumble it!

Utamakan Bus Umum di Bandara Soekarno-Hatta

Kompas, Pelayanan Umum Isi Komentar »

Transportasi merupakan kebutuhan utama penumpang yang tiba di suatu bandar udara. Sayang, pengaturan angkutan umum di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sangat tidak teratur. Beberapa bulan terakhir ini para penumpang pesawat yang baru tiba harus menyeberangi jalan untuk naik bus Damri yang mangkal di pelataran parkir, tidak dapat lagi naik di teras seperti sebelumnya.

Para penumpang harus menunggu dan terus mengamati satu per satu bus Damri yang tiba agar tidak terlewati jurusan yang diinginkan dalam kondisi yang panas dan berdebu pada siang hari. Begitu bus yang diinginkan tiba, penumpang harus berebutan segera naik karena bus harus segera jalan. Hal ini sungguh tidak nyaman. Namun, anehnya, kendaraan pribadi bisa menurunkan penumpang di teras terminal, sementara kendaraan umum harus melakukannya dengan tergesa-gesa di pelataran parkir.

Penumpang harus mengangkat barangnya dan menyeberangi jalan yang ramai untuk menuju pintu masuk terminal yang cukup jauh. Apa tidak sebaiknya semua mobil berpelat kuning (umum), baik taksi maupun bus umum (Damri, Xtrans, dan lain-lain), ditempatkan secara teratur di depan teras terminal? Jadi, jalan di depan teras hanya diperuntukkan khusus bagi kendaraan umum pelat kuning, termasuk bus pariwisata.

Pembagian tempat diatur, misalnya, Damri di Terminal IB (mudah terjangkau), Xtrans di Terminal 1A, dan bus pariwisata di Terminal 1C. Dengan demikian, penumpang yang baru tiba mudah mengetahui lokasi keberangkatan dari setiap pengangkutan umum. Hal ini juga memudahkan PT Angkasa Pura II untuk memasang petunjuk arah transportasi. Semoga Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat memiliki pengaturan sistem transportasi yang lebih baik seperti pada bandara di luar negeri.

Sabilal Rusdi Kampung Banjir Kanal RT 003 RW 001, Grogol Petamburan, Jakarta

Stumble it!

Kirim SMS XL Bermasalah

Kompas, Komunikasi Isi Komentar »

Saya pengguna kartu XL Bebas dengan isi ulang xtra 100.000, seharusnya saya mendapat gratis 100 sms/hari ke sesama XL. Namun, sudah enam bulan belakangan ini pulsa saya terus terpotong setiap hari. Awalnya pulsa saya terpotong di sms ke-96. Tapi, semakin lama semakin parah karena pulsa terpotong di sms ke-93, lalu ke-86, ke-76 (5 Agustus 2008). Terakhir di sms ke-7 (9 Agustus 2008).

Sudah puluhan kali bolak-balik menelepon customer service 817 dan pulsa selalu terpotong Rp 350/panggilan. Saya mendatangi XL center dan hanya dijanjikan akan diproses. Namun, selama berbulan-bulan ini pulsa saya yang terpotong tidak pernah kembali dan jumlahnya sudah ratusan ribu rupiah. XL cuci tangan dengan mengatakan pulsa saya terpotong karena sudah mengirim lebih dari 100 sms. Saya memiliki laporan sms yang sudah dikirim di sent item, jadi tidak mungkin berbulan-bulan saya salah hitung.

Biasanya sms yang saya kirim hanya sekali, tetapi dikirim berkali-kali oleh sistem XL sehingga pengiriman melonjak. Jika sehari saya mengirim 80 sms dan 20 sms di antaranya dikirim dua sampai tiga kali tentu jumlahnya menjadi lebih dari 100 sms.

Apa karena kesalahan sistem seperti itu konsumen harus menanggung akibatnya? Saya letih menelepon customer service karena sudah keluar banyak uang tapi tidak ada hasil.

Bobby Saputra Kampung Seraya RT 002 RW 001, Batu Ampar, Batam

Stumble it!

Troli Carrefour Berbahaya

Kompas, Produk/Jasa Isi Komentar »

Kejadian kecelakaan tahun lalu di Carrefour, yaitu meluncurnya troli yang sudah penuh barang belanjaan di eskalator dan menabrak orang di depannya hingga harus mendapatkan perawatan serius, rupanya tidak membuat pihak Carrefour bebenah diri dengan memeriksa ulang apakah eskalator dengan penjepit roda troli masih berfungsi dengan baik. Hal yang sama terjadi lagi di Carrefur Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Hampir setiap kali saya berbelanja di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, saya mengalami hal tersebut. Troli tetap meluncur beberapa meter ke depan baru bisa berhenti. Untungnya tidak ada orang berdiri di depan saya. Saya juga sudah beberapa kali menyampaikan kepada petugas satpam di pintu keluar atas kejadian tersebut agar troli dan eskalator diperiksa kembali. Tanggal 13 Agustus 2008, kejadian terulang lagi dengan parah. Troli terus meluncur dan hampir menabrak seorang perempuan yang jauh di depan saya.

Saya tidak kuat menahan troli tersebut karena berat dan meluncur cukup kencang. Untung ada bantuan dari seorang pengujung laki-laki yang langsung menahan troli tersebut. Bagaimana tanggung jawab Carrefour? Apakah pelanggan yang harus menjaga dan menahan troli itu? Karena kalau barang belanjaan banyak dan berat sudah pasti troli tidak bisa ditahan dengan tangan di samping eskalatornya cukup curam apalagi kalau yang belanja orang lanjut usia.

Apakah pihak berwajib setelah kejadian kecelakaan tahun lalu tidak mengambil tindakan terhadap pengelola Carrefour?

Tyas Hardjanti Jalan Pisangan RT 005 RW 007, Ragunan, Jakarta

Stumble it!

Cicilan KTA Standard Chartered

Jasa Finansial, Kompas Isi Komentar »

Saya bekas nasabah kredit tanpa agunan (KTA) Standard Chartered Bank (nomor pinjaman: 035940xx dan nomor rekening KTA: 30615724xx) yang jatuh tempo pembayaran cicilan bulanan setiap tanggal 25. Tanggal jatuh tempo cicilan terakhir tanggal 25 Juli 2008 sudah saya transfer bahkan sebelum tanggal 10 Juli 2008. Selama 24 bulan saya tidak pernah membayar cicilan di atas tanggal 10 setiap bulan, tetapi anehnya bagian penagihan Standard Chartered beberapa kali menelepon dan mengatakan saya mempunyai tunggakan.

Sebagai bank yang mempunyai reputasi internasional, apakah Standard Chartered tidak mempunyai data nasabah yang akurat sehingga tukang tagih beberapa kali menelepon dengan meneror nasabah yang sebenarnya sudah membayar dengan patuh setiap bulan dan saya masih menyimpan semua setruk bukti transfer?

Terakhir tanggal 11 Agustus 2008, seorang bernama Desi menelepon lagi dan mengatakan bahwa saya harus melunasi biaya keterlambatan pembayaran cicilan karena setiap keterlambatan dikenakan denda.

Saya benar-benar tidak habis pikir mengapa bank sebesar Standard Chartered begitu buruk memperlakukan nasabahnya yang tidak pernah terlambat dalam membayar cicilan setiap bulan. Saya yakin Standard Chartered sebenarnya mempunyai data yang akurat, tetapi mengapa memperlakukan nasabah seperti ini? Calon nasabah harap berpikir sebelum mengambil KTA di Standard Chartered.

YULISMAN TANJUNG Jalan Gede II, Cibodasari, Tangerang

Stumble it!

Akal Licik PLN Tambah Biaya

Kompas, Pelayanan Umum Isi Komentar »

Saya pelanggan PLN (ID Pel: 547100174191, atas nama istri) yang setiap bulan melakukan pembayaran tagihan listrik di loket PLN berlokasi di Kantor Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pada pembayaran bulan Juli 2008, bukti pembayaran tagihan listrik bukan dari PLN, seperti bulan-bulan sebelumnya, melainkan dari Bank Bukopin yang berakibat ada tambahan biaya administrasi bank sebesar Rp 1.500/pelanggan.

Pengenaan biaya yang dibebankan kepada pelanggan adalah akal licik PLN yang secara terselubung untuk memperoleh tambahan dana guna meningkatkan pendapatannya karena loket pembayaran di Kantor Kelurahan Jagakarsa adalah loket PLN bukan loket Bank Bukopin. Adapun di loket PLN lain masih memberikan bukti pembayaran tagihan listrik dari PLN.

Biaya administrasi bank tersebut tidak ada manfaatnya bagi pelanggan karena pelanggan bukan nasabah Bank Bukopin. Direksi lama dicopot karena kasus korupsi dan dengan direksi baru pelanggan PLN berharap manajemen akan lebih baik, ternyata malah membebani pelanggan.

AGUNG SUMBOGO Jagakarsa RT 005 RW 002, Jakarta

Stumble it!

Transjakarta Hanya Janji, Penumpang Menumpuk

Kompas, Pelayanan Umum Isi Komentar »

Saya tiap hari menjadi penumpang bus transjakarta karena tertarik dengan janji Gubernur DKI bahwa transjakarta akan menyediakan pelayanan yang nyaman, tepat waktu, dan cepat. Ternyata setelah beberapa tahun janji yang dapat dinikmati warga masyarakat hanya cepat karena memakai jalur khusus.

Pelayanan nyaman dan tepat waktu hanya janji. Ini terbukti dengan kebijakan transjakarta jalur Ragunan-Dukuh Atas yang setiap sore saya lalui. Hampir setiap hari saya menunggu di Halte Departemen Pertanian dan hanya melihat tiga sampai lima bus transjakarta berlalu tanpa mengambil penumpang. Saat bus berikutnya datang, penumpang sudah menumpuk dan menyebabkan bus cepat penuh.

Bahkan, pada hari Selasa, 5 Agustus lalu sekitar pukul 17.40, saya menyaksikan delapan unit bus berlalu dengan kosong melompong tanpa berhenti di halte untuk mengangkut penumpang. Saat saya tanyakan kepada petugas halte, dijelaskan bahwa bus tersebut ”nembak” di Kuningan, tetapi saat saya tanyakan kepada bagian pengaduan, dijawab kemungkinan bus tersebut akan mengisi BBM dan ada juga yang mengatakan akan ”nembak” di tengah perjalanan dengan alasan bisa memperbesar kapasitas penumpang. Kedua alasan itu sangat mengada-ada.

Juga sering terjadi saat saya menunggu di Halte Departemen Pertanian, Jakarta Selatan, ada lima sampai delapan bus yang menuju halte terakhir, Ragunan, tetapi baru sekitar 10 sampai 15 menit bus pertama sampai di halte dan itu pun sering tidak mengangkut penumpang. Selang dua sampai tiga menit bus berikut, kedua atau sering juga ketiga, baru mengangkut penumpang.

Dengan kondisi tersebut kebijakan transjakarta membuat penumpang kehilangan kenyamanannya karena harus berdesak-desakan dan tidak tepat waktu, penumpang sering kecele dan hanya melongo saat bus melewati halte dengan kondisi kosong melompong.

Satriawan Mandala Tengah RT 007, Tomang, Jakarta

Stumble it!

Daya Tahan Kamera Kodak

Kompas, Produk/Jasa Isi Komentar »

Saya membeli kamera Kodak (Z710) tahun 2007 dan pertengahan 2008, atau setahun sejak dibeli, kamera itu mengalami gangguan pada tombol shutter yang kadang bisa dipencet kadang tidak bisa. Pada tanggal 15 Juli 2008, kamera dikirim ke Kodak Service Center di Jakarta untuk diperbaiki dan saya diminta menghubungi kantor Kodak lima hari kemudian untuk mengetahui kerusakan serta biaya perbaikan.

Setelah lima hari saya sudah mencoba dua kali menelepon pada jam kerja, tetapi tidak diangkat dan saya menunggu telepon dari pihak Kodak karena mencatat nomor telepon saya, tetapi tidak ada telepon sama sekali. Kemudian saya mengirim e-mail menanyakan mengenai hal tersebut, tetapi mendapat tanggapan yang sangat lambat, baru setelah e-mail ketiga akhirnya dijawab tentang kerusakan dan biaya perbaikan.

Saya merasa kecewa atas kualitas kamera Kodak yang sangat buruk. Kamera sekelas Kodak ternyata hanya bertahan satu tahun dan mengalami kerusakan dan untuk memperbaikinya butuh biaya cukup besar. Layanan purnajual tidak profesional. Sulit mendapatkan servis center di daerah saya tinggal di Solo. Setelah saya mengantar langsung ke Jakarta layanan yang saya terima sangat lambat.

Arif Budi Satria Jalan Anggrek Raya RT 04 RW 09, Langenharjo, Sukoharjo

Stumble it!

Promosi Kredit BNI Wirausaha

Jasa Finansial, Kompas Isi Komentar »

Sejak Juli hingga Agustus 2008, saya berusaha mengurus kredit ke BNI Cabang Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, karena tertarik promosi BNI Wirausaha. Bunyi promosinya menarik, tetapi fakta yang terjadi mengecewakan. BNI hanya pandai berpromosi tanpa bersungguh-sungguh membantu pengusaha kecil dan menengah.

Saya lama menunggu persetujuan kredit tanpa ada kepastian dari pihak BNI. Semua syarat untuk mendapatkan kredit BNI Wirausaha sudah saya penuhi. Setelah hampir sebulan dan sering ditunda-tunda, akhirnya tim analisis kredit datang ke rumah saya dan memeriksa semua agunan. Di sisi lain ada pengusaha besar hanya beberapa hari sudah didatangi ke rumahnya oleh tim analisis.

Saya bermaksud meminjam Rp 150 juta hingga Rp 200 juta dengan agunan. Namun, apa daya tanpa pemberitahuan dan alasan jelas, pihak BNI Cabang Muara Teweh menyatakan, saya tak memenuhi syarat meminjam kredit dimaksud. Padahal, saya sebagai pengusaha kecil yang berjualan kebutuhan pokok dan jual-beli ponsel amat membutuhkan tambahan modal. Apakah memang saya harus punya koneksi dengan orang dalam BNI? Atau harus menyediakan dana dalam jumlah tertentu baru kredit dapat dicairkan?

Ngateno Jalan Wonoreno Nomor 80 RT 30, Muara Teweh, Kalimantan Tengah

Stumble it!
WP Theme & Wordpress
Artikel Bentuk RSS Komentar Bentuk RSS Log in